Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan Hidup. Show all posts

Friday, March 29, 2013

Earth Hour 2013


Earth Hour 2013
Kampanye tahunan Earth Hour 2013 sudah bergulir. Tahun ini Kampanye Earth Hour tidak hanya mematikan lampu selama 60 menit, tetapi juga melakukan ‘Ini Aksiku’, berupa aktivitas hemat energi selama 60 Hari.
Aksi yang diawali kepedulian pada perubahan iklim, kini berkembang menjadi aksi-aksi yang lebih luas. Tak hanya sekadar mematikan lampu selama satu jam, tahun ini aksi Earth Hour menjadi rangkaian aksi berkelanjutan yang dimulai sejak 22 Februari hingga 22 April (Hari Bumi). Bergulir sejak 22 Februari lalu, Kampanye Earth Hour 2013 menjadi rangkaian aksi nyata di 31 kota.
Earth Hour menyasar pada tumbuh dan menyebarnya gaya hidup ramah lingkungan pada seluruh lapisan masyarakat di dunia.
Tahun ini merupakan tahun kelima dimana saya dan Garuda Indonesia Group akan kembali berpartisipasi memberikan dukungan dalam program “Earth Hour” yang diusung oleh WWF Indonesia dan menjadikannya sebagai suatu gerakan perubahan perilaku.
Sebagai catatan pencapaian Garuda Indonesia Group (tahun, jumlah penghematan, pencegahan CO2) sbb:
  • Tahun 2009 - 572.000 Watt - 0.51 ton CO2
  • Tahun 2010 - 430.000 Watt - 0.38 ton CO2
  • Tahun 2011 - 2.158.527 Watt - 1.92 ton CO2
  • Tahun 2012 - 3.117.328 Watt - 2,43 ton CO2
Tahun ini Garuda Indonesia Group menargetkan penghematan listrik sebesar 3.500.000 Watt pada acara "Switch Off" Earth Hour.
Secara global, “Earth Hour 2013” bertema ”I Will if You Will” yang dengan kearifan lokal, maka diadopsi menjadi "Ini Aksiku! Mana Aksimu?"
Artinya, semua orang bisa melempar tantangan kepada orang lain untuk mengingatkan dan memberi semangat untuk mengubah gaya hidupnya agar lebih ramah lingkungan. Jadi selain hemat listrik, tiap orang bebas memilih gaya hidup ramah lingkungan lain yang bisa kita lakukan. Tidak sulit menjadi pahlawan, terutama bagi diri sendiri.
Earth Hour 2013 untuk wilayah DKI Jakarta akan dipusatkan di Tugu Proklamasi Menteng Jakarta Pusat yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta.
Untuk itu, kembali mengajak seluruh sahabat untuk turut berpartisipasi secara aktif di dalam program Earth Hour 2013 dengan hal yang sederhana, yaitu memadamkan lampu atau peralatan listrik lainnya pada hari Sabtu, 23 Maret 2013 pukul 20.30 sd 21.30 (Waktu setempat) dimanapun anda berada.
Ini Aksiku - Mana Aksimu
Jakarta, 19 Maret 2013
Salam,
NV
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, February 8, 2013

Jangan-Jangan Ini Hanya Soal Niat


Jangan-Jangan Ini Hanya Soal Niat

Luasan daerah tangkapan hujan di Pangrango berwarna hijau hampir sama dengan luasan di Jakarta warna merah sekitar 50 km persegi.

Bila intensitas curah hujan  20 mm/jam dan hujan selama 3 jam, maka air yang dialirkan ke Jakarta bila tidak diserap (jadi run off semua) akan terhimpun sebanyak 50.000.000 X 0,02 X 3 = 3 juta m3.

Bila dialirkan ke Jakarta debit air Qjam = 3.000.000/ 24 = 125.000 m3/jam atau Qdetik = 34 m3 /detik.

Sungai-sungai dan saluran-saluran air harus mampu membuang kelaut dengan debit 34 m3/detik agar tak meluap keluar jalur alirannya.

Sementara itu Aliran DAS Ciliwung sbb:

Jika menghendaki Bendungan Katulampa aman maka Segmen-1 di segitiga Ciawi - Cisarua - puncak gunung Pangrango harus dihutankan kembali.

Aliran air yang lewat Bendung Katulampa berasal dari kawasan Puncak, Telaga Warna, Gunung Mas, Taman Safari, Cilember, Ciesek, Cisarua, Cimegamendung. Seluruhnya ada 13 anak sungai.

Dibangun tahun 1887, panjang bendung ini 104 meter, terdiri dari lima pintu irigasi, empat pintu penguras. Ada 10 pintu yang terdiri dari pintu depan berjumlah lima, pintu belakang berjumlah lima, dan penguras berjumlah empat jadi seluruhnya terdapat empat belas pintu.

Menurut
http://herlindh.blogspot.com/2012/10/bendung-katulampa-bogor-jawa-barat.html

Bendung Katulampa ini maksimal dapat dilewati aliran air sebanyak 630.000 liter per detik (630 m3/sec) = 2268000 m3/jam

Bila dibagian hulu daerah tangkapan hujan seluas A = 50 km2, maka bila terjadi hujan air yang terkumpul akan  sejumlah Qjam = A n I, dimana n = jumlah jam dan I = intensitas.

Q jam = Q desain = 2268000 m3/jam

Bila desain mengambil waktu lamanya hujan 1 jam, maka intensitas desain  I = 2.268.000/A.1 = 2.268.000/50.000.000 x 3= 0,030 m/jam atau 30 mm/jam.

Jadi bila intensitas hujan melebihi 30 mm/jam, berarti melebihi kapasitas mengalirkan air dan DAS di hulu Katulampa akan mengalami banjir.

Salah satu yang menyebabkan banjir di Jakarta adalah air yang keluar dari Katulampa tidak dapat dengan cepat dialirkan kelaut, walaupun masih jauh dibawah 630 m3/detik.

Tentu saja, lebih banyak lagi ahli yang dapat menampilkan rumus-rumus yang lebik kompleks.

Lantas bagaimana? Mulai bingung?

 Sementara itu di wilayah Jakarta dsk, sebenarnya telah dibuat berbagai waduk dan kanal-kanal besar untuk mengalirkan air ke laut secara aman.

Berita di Televisi baru saja menyampaikan diperlukan sekitar 17 Trilyun untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir dari upaya yang paling kecil berupa; pengerukan sungai, normalisasi sungai dan waduk, pembuatan waduk, sudetan Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, bahkan sampai membangun Dam Raksasa di bibir pantai Laut Jawa yang diharapkan dapat mengamankan ibu kota dari serangan banjir.

Lantas kenapa?

No 1, sudah tahu (sebagai contoh) Bendung Katulampa dibangun th 1887 (dan tentunya bendung2 lain sudah pasti ada datanya).

No 2 sudah tahu area serapan air berupa waduk dan tanah terbuka semakin berkurang.

No 3 sudah tahu ada Master Plan yang berulang kali direvisi dan dikaji

No 4 sudah tahu dimana saja area genangan banjir dari tahun ke tahun.

No 5 Sudah tahu kalau rakyatnya bergaya hidup super jorok menempati area aliran sungai dan waduk bahkan membuang sampah ke sungai semaunya.

No 6 sudah tahu diperlukan koordinasi mencakup area Pemda mana saja dan perlu anggaran 17 Trilyun (sudah tahu juga besar APBN Indonesia)

No 7 sudah tahu juga kalau kita semua tak memiliki Disaster Management yang baik (tahu2 ada orang terendam air sampai mati)

Kesimpulannya, sudah tahu yang kita semua tak punya adalah "niat".......

Niat untuk memelihara yang baik dan niat untuk memutuskan yang benar serta niat berbuat sesuatu demi kebaikan umat.

Jakarta, 22 Januari 2013
Wallahu a'lam,
NV

Catatan: Mas Dodo, terima kasih atas rumus hitungan yang rumit tapi gamblang mudah dicerna

Monday, April 2, 2012

Switch Off Earth Hour 2012



Switch Off Earth Hour 2012
Garuda Indonesia Group

Pelaksanaan kegiatan Earth Hour 2012 di Garuda Indonesia tampaknya lebih meriah pada tahun ini. Kegiatan Earth Hour tahun 2012 selain didukung para karyawan dari seluruh kantor cabang juga mendapat dukungan positip dari seluruh anak perusahaan:
1.      Aerowisata
2.      Asyst
3.      Abacus
4.      Gapura Angkasa
5.      Garuda Maintenance Facility – Aero Asia, dan
6.      Startegic Business Unit; Citilink, Garuda Medical Center, Cargo, Garuda Indonesia Training Center

Seluruh 32 kantor cabang di wilayah Indonesia dan 18 kantor cabang internasional beserta karyawan secara serentak mendukung kegiatan Earth Hour 2012 pada tempat dan sesuai waktu masing-masing.

Sebagaimana diketahui, website Garuda Indonesia telah disesuaikan dalam rangka mendukung Earth Hour 2012 dengan tampilan baru dari H-8 s/d H+8.


Website tersebut juga memuat tautan aktif (link) ke  www.wwf.or.id/earthhour dalam rangka mendukung Earth Hour 2012 di Indonesia.

Pada malam acara Earth Hour 2012 Switch Off di Garuda Indonesia untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek)  dipusatkan di selasar halaman depan Gedung Manajemen di Garuda City Center bandar udara Soekarno-Hatta Cengkareng.


Malam Switch Off diawali dengan registrasi peserta yang mengenakan seragam Earth Hour 2012 dengan cara menandatangani poster Earth Hour 2012 dimana pada kesempatan itu hadir para relawan Earth Hour dari Garuda Indonesia dan perwakilan anak perusahaan.

Acara dibuka oleh pembawa acara pada pukul 20:00 WIB yang mengucapkan selamat datang bagi para hadirin pada malam itu.
Selanjutnya Capt. Novianto Herupratomo – VP Corporate Quality, Safety & Environment Management menyampaikan laporan mengenai persiapan kegiatan Earth Hour dan berbagai kegiatan lingkungan hidup dalam kaitan dengan perubahan iklim global yang sudah dilakukan di Garuda Indonesia.
Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direksi Garuda Indonesia yang diwakili oleh bapak Pujobroto – VP Corporate Communication

Tepat pukul 20:30 WIB acara Switch Off ditandai dengan peniupan terompet dan mematikan semua lampu dari gedung kantor Manajemen.


Kegiatan Switch Off ini kemudian diikuti dengan mematikan lampu-lampu gedung kantor di Senayan City, jalan Gunung Sahari dan berbagai billboard Garuda Indonesia wilayah Jabodetabek serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di jalan Thamrin seberang Jakarta Pusat.

Kegiatan Switch Off juga dilakukan oleh kantor cabang Garuda Indonesia mulai dari kota Sydney Australia, Pasifik, Asia, seluruh wilayah Indonesia, Timur Tengah dan berakhir di kantor cabang kota Amsterdam Belanda.

Sebuah band akustik yang mempergunakan pengeras suara tenaga batere mengiringi makan malam yang temaram dengan nyala lilin dibawah langit yang cerah dengan pendaran bintang di angkasa yang sesekali diiringi deru pesawat yang tinggal landas dari bandara Soekarno-Hatta semakin menambah kesyahduan acara Switch Off Earth Hour 2012.

Seiring dengan kegiatan ini, para relawan WWF Indonesia yang tersebar di beragai kota di Indonesia turut memeriahkan Earth Hour 2012 dengan mengenakan kaos berlogo Garuda Indonesia.

Ada kabar bahwa yang mulia Sri Sultan Hamengkubuwana X selaku Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta berkenan menerima secara simbolis kaos Earth Hour 2012 yang berlogo Garuda Indonesia yang diabadikan oleh wartawan dan media dalam rangka mendukung Earth Hour 2012.

Pada kegiatan Earth Hour tahun 2011, Garuda Indonesia berhasil melakukan penghematan sebesar 2.158.527 Watt setara dengan pengurangan emisi 1,92 Ton CO2.

Pada kegiatan Earth Hour 2012, PLN dalam siaran pers menyampaikan bahwa penghematan tenaga listrik di seluruh Indonesia sbb:
  • Jaringan Jawa-Bali-Madura sebesar 350 MW
  • Jaringan Sumatera sebesar 112 MW
  • Jaringan Indonesia Timur (Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara) sebesar 64 MW
  • Secara total seluruh Indonesia penghematan sebesar 526 MW atau setara biaya produksi listrik IDR 800 juta, dan
  • Khusus DKI Jakarta berhasil menghemat sebesar 214 MW
Seluruh kegiatan Switch Off Earth Hour 2012 di Garuda City Center  berakhir pukul 22:00 dan laporan mengenai jumlah penghematan listrik sedang dikonsolidasikan sampai bulan April 2012 melalui:



--- oOo ---
Salam,
NV