Sunday, March 10, 2013

Perjalanan ke Berlin DAY 2 tgl 4 Maret 2013



Perjalanan ke Berlin DAY 2 tgl 4 Maret 2013
(Sebagaimana telah dikirimkan ke beberapa milis pada tanggal 4 Maret 2013)

Jarum jam masih menunjukkan angka 5 di pagi hari, aku sudah menggeliat terbangun dari tidur meskipun terasa masih kurang untuk menggantikan rasa lelah berkepanjangan sejak kemarin.

Entah sejak kapan, aku selalu tak lupa membawa kopi bubuk Robusta kemanapun bepergian karena ada sebuah motto "There is No Day without Coffee". Menikmati kopi tubruk dalam suhu dingin sangat nikmat dan harumnya kopi selalu sedap dihirup pada pagi hari.

Setelah makan siang, sebuah bus besar mengantarkan kami untuk mulai menyusuri jalanan kota Berlin yang apik dan teratur.

Kota Berlin di Jerman merupakan ibu kota negara Federal Jerman sebagai pemindahan ibu kota dari Bonn pada tahun 1994 dengan luas sekitar 89.000 Km2 dengan kepadatan populasi sekitar 3,5 sd 5 juta jiwa.

Kota Berlin juga merupakan wujud reunifikasi Jerman Barat dan Jerman Timur dimana Tembok Berlin, pemisah antara Berlin Timur yang dikuasai Jerman Timur dan Berlin Barat yang dikuasai oleh Jerman Barat diruntuhkan pada 9 Nopember tahun 1989.

Kota Berlin merupakan kota terluas dan kota kedua terbesar penduduknya di Uni Eropa setelah London di Inggris Raya.

Sebagai kota metropolitan, Berlin menjalin hubungan sebagai Kota Bersaudara atau Sister City dengan 53 kota-kota besar di dunia, salah satunya dengan Jakarta pada tahun 1993.

Sebuah bangunan menara TV setinggi 368 meter diberi nama the Fernsehtrum di Alexander Platz di daerah Mitte Berlin merupakan salah satu bangunan tertinggi di Uni Eropa dimana kita bisa memandang seantero kota Berlin dari Observatorium Deck.
Kami mampir ke sebuah istana Schloss Charlottenburg untuk sekedar mengambil gambar dan berfoto ria di halamannya.
Istana Schloss Charlottenburg
Ekonomi terbesar di Berlin adalah layanan jasa (MICE atau Meeting, Incentives, Conventions, Exhibitions) sehingga menjadi salah satu kota terlaris di dunia sebagai tempat penyelenggaraan konferensi tingkat dunia yang salah satunya adalah ITB (Internationale Tourismus-Borse) atau Bursa Turisme Internasional yang saat ini sedang diselenggarakan di Berlin.

Kami melewati bundaran Siege Saule atau Menara Kemenangan dimana pucuknya berupa patung panglima tentara yang dilapisi emas. Bendera Merah Putih yang diapit bendera Uni Eropa dan bendera Republik Federal Jerman berkibar-kibar mengelingi taman Siege Saule.
Siege Saule atau Menara Kemenangan yang puncak bersepuh Emas
Hari-hari ini memang sang Saka Merah Putih dengan sangat membanggakan berkibar di mana-mana mewarnai seantero Berlin berdampingan dengan bendera Jerman dan Uni Eropa karena Indonesia sedang menjadi state partner untuk penyelenggaraan ITB Berlin tahun 2013 yang sangat akbar. Indonesia sedang menjadi "pembicaraan dunia" khususnya bidang turisme yang menempati sebuah area paling luas dan prestisius di sisi Barat pada pameran akbar ITB Berlin tahun ini.

Kami mampir di sebuah taman besar yang asri di kawasan Reischstag atau Gedung Parlemen Jerman (Bundestag). Gedung tua itu sangat asri dan anggun sebagai pusat kegiatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Bangunan tua itu tetap dipertahankan meskipun telah diperluas dengan gedung baru yang bergaya minimalis modern di sebelahnya. Kantor Kanselir Jerman juga berbentuk minimalis modern yang juga berada di seberang Reischstag sepertinya melambangkan keharmonisan hubungan politik antara kedua lembaga ini. Kami duduk-duduk di pelataran atau lebih tepatnya taman besar di area tsb sambil menikmati birunya langit kota Berlin.
Reischstag atau Gedung Parlemen
 
Merah Putih juga Berkibar di Kantor Kanselir Republik Federal Jerman yang Bersebelahan dengan Reischstag
Sekitar belasan tahun lalu, penduduk kota Berlin masih memandang curiga (untuk tidak menyebutnya rasialis) terhadap pendatang khususnya warga kulit gelap. Namun imbas dari gerakan Perestroika dan Glasnost telah membuka kota Berlin dari tabirnya dan sekarang menjadi kota yang dikunjungi jutaan turis setiap tahunnya.

Kunjungan ke kota Berlin belumlah lengkap tanpa berfoto di Gerbang Brandenburg yang merupakan Gerbang kota Berlin kuno. Semua tamu negara juga seringkali dilewatkan melalui Brandenburg sebagai tanda bukti keabsahan telah mengunjungi kota Berlin. Bradenburg sekarang menjadi salah satu ikon bangunan di Jerman maupun Berlin yang juga melatar-belakangi pecahan uang logam Euro.
Berfoto di Depan (tepatnya di Belakang) Brandenburg Gate
Sebuah hotel mewah tepat di depan Bradenburg menjadi favorit para tamu negara untuk menginap selama kunjungannya ke Berlin.
Hotel Kempinski ADLON yang terletak di Parise Platz kawasan Brandenburg tempat populer para tamu negara menginap

Kami berhenti sejenak di pinggiran sebuah sungai dimana sisa-sisa Tembok Berlin masih berdiri tegak sebagai saksi sejarah bersatunya rakyat Berlin Timur dan Berlin Barat. Sisa-sisa Tembok Berlin kini berhiaskan lukisan Grafiti yang sangat artistik dan bekas bongkaran Tembok Berlin menjadi jualan souvenir di toko-toko cindera-mata.
Dahulu, sebelah Kanan adalah wilayah Berlin Barat dan sebelah Kiri wilayah Berlin Timur
Untuk merasakan bekas "belenggu" masa lalu kota Berlin, kami mengunjungi Check Point C atau dikenal Charlie sebuah pos penjagaan yang dahulu dipergunakan pasukan NATO untuk memeriksa para penyebrang dari Berlin Barat ke Berlin Timur dan sebaliknya.

Check Point Charlie masih diabadikan sesuai aslinya dilengkapi papan pengumuman besar bertuliskan "You are Leaving the American Sector". Pos penjagaan Check Point Charlie saat ini dipergunakan untuk para turis berfoto dengan membayar 2 Euro. Daerah ini dijejali toko-toko cindera mata dan musium khusus Check Point Charlie.
Berfoto dengan latar belakang Check Point Charlie
Papan Pengumuman di Depan Check Point Charlie
Hari telah malam, kami menuju ke Hard Rock Cafe untuk makan malam sekaligus mengakhiri perjalanan keliling kota Berlin.

Berlin, 4 Maret 2013
Salam hangat,

NV

Powered by Telkomsel BlackBerry®

No comments:

Post a Comment