Friday, February 8, 2013

Menyeberang Jalan



Menyeberang Jalan 27 Nopember 2012
 

Seorang Sahabat menuliskan sbb:

"Budaya sebuah bangsa nampak dari cara masyarakatnya berlalu lintas dan mengemudikan kendaran"..demikian "jarene" wong sing pinter... tentang perilaku manusia Indonesia dalam berlalu lintas.

Dahulu ketika jalan jalan masih lebar dan jumlah kendaraan yg masih sedikit, mengemudikan kendaraan bukan sesuatu yg secara "fisik dan psikis" mempengaruhi perilaku kita. Maka manusia jaman dahulu lebih mudah utk berperi laku "sabar", tidak harus "memotong jalan orang lain" atau bahkan "peduli" kepada pengendara lain ....

"etika" dan "disiplin" masih menjadi panutan dalam berlalu lintas.

Saat ini jalan raya adalah "the killing fields" dan sekaligus "Character Building" dari anak anak generasi penerus bangsa...pengemudi motor yg ugal ugal an..pengemudi truk dan bus yg berperi laku sperti "penguasa jalanan"...serta bahkan "pengemudi mobil mewah"..yg berperi laku seperti "koboi"...adalah hal yg ditemui setiap hari..."menghalalkan segala cara" utk mencapai tujuan...langgar lampu merah....tidak berhenti ketika ada orang menyeberang di ZEBRA CROSS" ...adalah pemandangan biasa...

pasar tumpah,...angkutan yg berhenti ditanda larangan berhenti...klakson mobil/motor yg dibunyikan utk "menyuruh" org lain minggir......sungguh memuakkan...!!! khas kombinasi perencanaan pengendalian dan pengawasan yg buruk...ditengah "pertumbuhan" ekonomi bangsa..!!

Apa akibatnya ???...Budaya main serobot, menghalalkan segala cara, sikut kiri kanan menjadi sebuah arena "pembentukan karakter" seseorang...dan inilah "potret" yg akhirnya menjadi biang keladi segala permasalahan sosial....yg diterapkan sehari hari dimasyarakat, dunia bisnis, dan pemerintah...lalu lahirlah budaya negatip.,..yg kita keluhkan sehari hari..

POKOKE RUNYAM ....apakah ke "kacau" an dan ke "galau"an ini bisa berhenti ???? jawabnya BISA hanya kita perlu "Leadership" dan "penegakkan hukum".....dan partisipasi masyarakat utk disiplin dan mendukung kepemimpinan.

Indonesia menyongsong hari esok yg cerah dan bermartabat....!!!!

Aku pikir pengendara kendaran, roda empat maupun roda dua yang paling ugal-ugalan itu adanya justru di Indonesia atau bahkan lebih tepatnya di berbagai kota besar di Indonesia.

Jangankan budaya selamat, budaya tertib, malu dan penghormatan apalagi bagi pejalan kaki sudah merupakan perilaku langka di Indonesia yang konon terkenal dengan keramah-tamahan dan tepo-sliro.

Suatu hari aku berada di trotoar jalanan kota Jeddah negeri gemah ripah loh jinawi pusat dari pusat turunnya wahyu Illahi.

Kaki kanan maju selangkah, urung ditarik lagi, kaki kiri maju selangkah aku tarik pula. Tak satupun pengemudi peduli akan pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan meskipun tak terlalu lebar.

Lama termangu di pinggir jalan menunggu belas kasihan pengemudi kendaraan yang melintas untuk memberiku sekedar kesempatan menyeberang tanpa membuat mereka terlambat sampai tujuan.

Mereka melintas dan seperti pengemudi yang buta mata...

Aku separuh menutup mata dan mulai melangkah menyeberangi jalan.......

Tiba-tiba, seorang pejalan kaki warga lokal menarik pundakku dari belakang dan membisikkan kata-kata "Sohib, di negri ini para pengemudi kendaraan seolah berlomba mendapat hadiah jika bisa menabrak pejalan kaki yang menyeberangi jalan raya"

Adeuh........

Jakarta 27 Nopember 2012
Sukron,
NV

No comments:

Post a Comment